Rabu, 09 Juni 2010

lost in, sumhow, jazz!?!

Field report ni. Urban Jazz di JW Mariott Medan.
ditemani rekan kantor, seorang penggemar ajeb-ajeb yang saya paksa dengerin sandhy siapa gitu. acara si jam 20.00 tapi parno ga dapet tempat, jadi pulang kantor dengan batik melekat di kulit langsung menuju tekape. sayangnya, kami harus meninggalkan kedua teman lain yang gak dapet tiket.
banyak banget game seru, tapi saya tidak memenangkan apapun. malah, teman yang kebetulan cewek ini dapet berbagai hadiah. pantes aja dia jago maen game, wong di kantor ga pernah lepas dari apps di facebook. ada satu hal yang tetap bisa saya banggakan.
'mas, ga nyoba foto pake gitar mas?' tanya seorang gadis promosi.
'oh, boleh ya mbak? mau dong. tapi saya ga bawa kamera..' balas saya semangat.
'pake kamera kami aja. coba dulu mas. mas kan tambah mirip kalo pake gitar..' rayunya.
'ah, mbak...' tersipu sambil bayangin mike enziger.
'iya lho..mirip banget ama bang haji..!!!'
setelah lesehan di karpet berdebu, datang juga masanya. pintu ballroom sudah dibuka. semua berjubel masuk. seperti toilet di bandara setelah perjalanan panjang.
setelah pintu ditutup pun ruangan itu tak penuh. memang rusuh sih orang-orang medan. jadi inget tiap kali landing baik dari taupun ke polonia medan. belum pun mati lampu tanda sabuk pengaman, udah 90% kabin bagasi udah kosong.

konser dibuka sebuah band yang namanya saja saya belum pernah dengar. dari lagu menjengkelkan macam smells like teen spirit milik nirvana sampai lagu manis with or without you milik U2 gagal mereka permak jadi jazz appetizer. mereka berhasil bikin crowd sing along tapi saya terus menanti mereka berhenti menggunakan perkusi dan membiarkan gitar lebih mendominasi. semua berakhir dalam kekecewaan.
ipang muncul dengan gaya rocker yang selalu saya suka. tau kan? hanya denim gombrang dengan kemeja tipis putih yang terbuka lebar. entah sengaja dibuka atau memang tidak berkancing. meneriakkan enter sandman milik metallica sudah lumayan mencerabut mood ke-jazz-an saya. lebih lantang lagi, muncul dewi sandra dan merka berduet lagu putus. whew! its a strange jazz event!!
di detik ini saya memperhatikan sekeliling. dipenuhi ibu-ibu berdandan seronok berlompatan dan BB yang ga absen dari jemari mereka. di deretan backing vocals saya melihat seseorang yang nampak familiar. tak salah lagi. sebagai mantan penggemar 'empat mata' saya gak mungkin salah. benar memang, salah satu personil band yang nongkrong di 'bukan empat mata'.
kemudian giliran dewi sandra mencoba mengusir saya dari ruangan ini. saya lupa dia nyanyi apa. yang saya ingat dia lebih cantik dari yang terlihat di layar kaca. lebih seksi juga tentunya.
yang benarbenar menawan adalah penampilan indra lesmana.tak perlu dia bernyanyi. cukup menggempur keyboardnya. saya ga bisa bermain musik, tapi saya merasa indra luar biasa.
muncul sandhy yang nampaknya telah ditunggu para penikmat. lagu desert rose milik sting terdengar mantab, walau nada jazz yang saya harapkan juga belum diperdengarkan. but that de most memorable thing about de evening. belum lagi ditambah tarian dari mantan penari latar janet jackson (namasanya sapa ya?? lupa!!!) ditemani seorang perempuan cantik yang nyaris tak memakai penutup tubuh.
di seberang panggung nampak seorang perempuan cantik lagi. dia menggantikan suara cheb mami di lagu sting yang nyaring dibawakan sandoro. sebagai penggemar OVJ, saya ga mungkin salah juga. benar pula, ternyata dialah penyanyi di samping kiri parto (dari sudut pandang penonton. sebenarnya dia berada di kanan parto kalo kita jadi parto). nampak cantik dengan dibalukt kebaya berbelahan dada rendah. belahan di kain yang menutup kakinya juga kekurangan sehelai benang saja. (sehelai benang yang mampu menutup kakinya yang jenjang).
though jazz concert shud not be like this, i enjoy much of de display..hohoho..
Kikan tampil menyanyikan lagu Karma dengan sangat susah untuk diikuti. aransemen jazz versi Kikan. pertunjukan diakhiri Ello dengan Viva La Vida dan Pergi Untuk Kembali.

Overall, im content. ive not been in many concerts or any other art performances since i landed n pinned in medan. so, what can i say..?

Senin, 22 Maret 2010

manchester is full of sh*t, sh*t, sh*t!!

its been a great year, so i thought meeting de Reds wud be anopther flawless victory. wit their pathetic recent games, we wud make de best out of it..

beberapa bulan yang lalu, beberapa mancunian memutuskan untuk nonton de battle of de reds di kandang BigReds. kami pulang dengan menundukkan kepala. ga cukupsedih, tapi malu,iya banget!

bulan lalu, saatnya perang merah dilangsungkan di OT. nonton bareng Mancunian kayaknya ga bakal seru, soalnya mereka ga ngundang Liverpudlians. (belakangan saya tau, ternyata Liverpudlians yang menolak undangan karena mereka takut akan terjadi kerusuhan. emang tau mau kalah kayaknya). saya beranikan diri mengunjungi markas mereka, yang kebetulan juga tempat saya dan rekanrekan sekantor biasa bermain futsal.

jari dari tangan kanan saya cukup untuk ngitung Mancunian yang hadir. (menyisalkan jempol saya terlipat). seorang kawan kos, dan dua orang yang baru saya kenal. tapi mereka (sepertinya) nampak punya rencana yang sama. menertawakan SCOUSERS!!

saya sendiri sering nonton bigmatch di tempat ini setiap de REds main. seperti biasa,mereka chanting tanpa henti. senang sekali rasanya, melihat fanatisme. saya paling suka lagu King Gerrarg..Gerrad.. they sing it in rhyme wit sum song sounds like Que Serra..Serra..

pertandingan baru lima menit berjalan, Torres sudah mengoyak gawang VDS. darn!! saat itulah BigReds mulai menyanyikan "Manchester id full of sh*t, sh*t, sh*t!!" in rhymes wit "and de Reds go marching O nOn On!!" dari lagu glory..glory.. Man United.
hati panas tak alangkepalang.
singkatnya Manyoo membalikkan keadaan, dan venue terasa sepi. sayaberdiri dan menyanyikan lagu plesetan mereka tadi.."Manchester id full of sh*t, sh*t, sh*t!!" i felt like a MAN!!!

tak pelak mereka mulai ikut chanting bersama saya.dikira saya korlap BigReds kali ya. soalnya ga keliatan, terselip diantara jersey merah de Reds.

jurus pamungkas saya hunus "Livpool Livpool Livpool juara.. Livpool juara juara 5" while giving them de HiFive!! lagunya dinyanyikan seperti "cangkul cangkul cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita" dari lagu menanam jagung ciptaan Ibu Sud.
untung saya sabar..ketika mereka mengerubungi saya di tempat parkir dan tak hentihenti menyanyikan "sampai mati Liverpool FC!!" kalo enggak, pasti saya udah nyanyi .."michael carrick is a red.. gerrard,lampard, fabregas..can wipe his ass!!"

gory gory what the hell 'o way to die..
gory gory what the hell 'o way to die..
gory gory what the hell 'o way to die..
we ain't gonna jump no more..

mungkin kalian lebih familiar dengan lagu militer yang dinyanyikan dalam Band of Brothers ini. nadanya mirip glory..glory.. Man United..



Selasa, 02 Februari 2010

iran dan kalimat-kalimat tanpa subyek




iran. tak pernah aku bayangkan aku akan berhadapan dengan negara itu. meskipun dari berita saja aku tau kerusuhan yang melanda karena pemilihan umum taun lalu, tak cukup membuatku ketakutan seperti ini. aku mengagumi ahmadinejad, tp semangatnya tak mampu membantuku menghadapi kenyataan. (fanatisme yang salah)

katanya, sebuah email datang dari dekan fakultas ekonomi di universitas yang sebentar lagi jadi alma mater. kabar sepenting itu, disampaikan melalui email. penting baginya. dan bagiku. universitas Teheran telah memanggilnya. memompa ilmu dsana. (kata menimba tak pas lagi. sekarang sudah ada pompa. bisa menyedot sedalam-dalamnya dan sebanyak-banyaknya).

suaranya datar. tak bisa aku menangkap kecenderungan-kecenderungan dalam nada bicaranya yang dikirim lewat sinyal telepon genggamku. seperti sesuatu menyumbat otak dan mengagalkan nafas. tak bisa berpikir. (seperti gejala cegukan yang panjang).

'kita hidup untuk bahagia dan kebahagiaan tidak bisa ditukar dengan apapun'
kalimat tanpa subyekku yang pertama. aku ragu tak terkira. bahkan untuk membual seperti itu, aku hampir saja tak sanggup. kenyataan datang dan membuat ceramah yang kulatih berbulan-bulan berserakan.

kalimat bodoh kedua tak jadi lontarkan. (lidahku mengambil alih. merasa lebih pintar dari otakku). 'turuti kata hatimu' hanya akan membuatku terdengar lebih bodoh. entah kenapa, hatiku selalu berlidah 2. tarik ulur diantaranya sudah biasa kuhadapi, menambah sulitnya mengambil keputusan. 1 suara aja sudah merepotkan, apalgi 2. (kalimat yang bodoh atau hati yang bodoh?)

pertanyaan mengerikan bertubi-tubi mengiringi. 'apakah aku harus berangkat ke Iran?'
nyaliku kisut. seperti randu kepanasan. benar-benar menyita nafasku. belum kupikirkan jawabnya, dan belum pula mengambil nafas, kudengarkan cerita indah.
'Iran itu seperti Brunei di asia Tenggara, salah satu pusat studi ekonomi islam dunia karena mereka negara yang kaya sekaligus maju'.
2 kesempatan bernafas telah kulewatkan. entah berapa jatah nafasku lagi akan yang terenggut.

'kalau itu definisi berakit rakit ke hulu, berenang ke tepian dari klausa UNTUK BERSAMAMU, aku akan patuh atas kuasaNya'.
kalimat tanpa subyekku selanjutnya. seolah tersesat dalam gambaran-gambaranku sendiri. sang Tuhan (yang selalu) tersenyum melihatku kalut, aku yakin itu.

bak mau menghabisi musuh yang tak lagi punya daya,
'apakah kau sedih kalau aku pergi? cukup ya atau tidak.'
hah!!
tak rela musuhnya sempat bernafas,
'bagaimana perasaanmu sayangku, kalau aku memutuskan pergi?'
aku sudah kalah. tak bisa melawan.
kalimat tanpa subyek apalagi yang
bisa membuatku menahan airmata?

'aku dibesarkan di lingkungan untuk mengambil keputusan sendiri. aku takkan memilih, apalagi bukan
untukku. untuk orang lain.'

'aku? aku itu orang lain bagimu?'

'yah, hanya ada aku dan orang lain di duniaku'

kenapa sulit sekali menemukan kata-kata yang tepat di saat-saat seperti ini!! (kurang koleksi kata-kata mutiara). Hemingway pun bakal marah karena aku memakai kalimatnya untuk bersembunyi.

'cuma ingin memastikan penyesalan tak datang. untuk menghalaunya, dinding-dinding tinggi harus dbuat
sejak sekarang. sejak kamu mengambil keputusan'.
aku juga tau. penyesalan seperti hantu. dia bisa mendatangi kapan saja dan membuatmu koyak serapuh kertas.

'sayangku'
kata itu terdengar sangat indah. membelai bulu kudukku yang masih berdiri.

'itu bukan pilihan sulit untukku. aku telah memilih, bahkan sebelum pilihan-pilihan lain, alasan-alasan lain datang'.
matih!!!!

'katakan saja! katakan kalau kamu, kalau mas ag*ng, kalau kekasihku itu punya kehendak. semoga kamu tak berucap, bukan karena tak mau'
(memang aku tak bisa)

'gunakan subyek dalam kalimat-kalimatmu! kalimat-kalimat tanpa subyek itu tidak membantu!'

*life's what happens to us while we're busy making plans..

Selasa, 29 Desember 2009

kota tanpa lampu merah (kuning dan hijau)

dipindahkan dari http://stupid-morron.blog.friendster.com/2008/12/city-of-no-traffic-lights/

its where im staying now. ranked 3rd in indonesia’s biggest city (or i shud say most prosperous city). place where im trying to achieve de unachievable, feel de unimaginable, n live de fact that ‘u r wat u did’.

kemacetan di tiap simpang. lalu, pikiran sy ditenangkan oleh ‘listrik selalu padam dsini, tak ubahnya spt kelap kelip lampu dikota (heh?!). pemadaman bergilir seperti mimpi buruk (apa maneh iki?!)’

memang benar, seluruh sumatera utara, aceh, dan riau bergantu pada sektor belawan. PLTU n PLTGU yg nyelip di tepi timur pantai sumatera. bercampur dengan lokalisasi (sumthin fishy is goin on, n on, n on).

kembali ke kota tanpa lampu merah (kuning dan hijau).

i jump to pragmatism, klo warga medan cuma orang-orang yang nekat aja. nyawa mungkin ga penting lagi, jd ya terobos aja letika lampu menyala merah. babak belur ga sebanding dengan meeting dengan bos, patah anggota badan ga seberapa dibanding putus kontrak dengan pelanggan, kehilangan anak tersayang ga lebih penting dari mengejar bel tanda masuk sekolah! (gmn ga aneh, klo anaknya knapa2, sapa yg mo dianter ke skolah!!). pokoknya, smuanya tu lebih penting dari ngantri bbrp detik di persimpangan. nyawa ato lainnya, ‘ga penting bgt sih!’

kesimpulan yg lebih ringan adalah butawarna. butawarna emg mendunia sejak awal 90an, karena pengaruh kekurangan asupan gizi pd bayi. semua warga ga bisa membedakan lagi warna lampu di tiang setinggi 2 meter itu. smuanya terlihat abu2. ato, umm, ga deh kyknya. mrk bisa sedikit membedakan warna, jd smuanya terlihat kuning aja de. mereka tau tu, kuning artinya hati2. jd setiap lampu brarti hati2. TERUS AJA ASAL HATI2.

kesimpulan yg paling parah, mereka ga tau apa itu lampu lalu lintas!

“apa coba masang tiang2 dgn lampu warna warni. dsini jg tiap hari ujan, pelangi ada terus! apalg ini?! ada itungan mundurnya?! ngitung apa coba?! aneh2 aja. pasang aja di pre school untuk pengenalan warna anak usia dini. biar nanti anak2 jd pinter n bisa memecahkan masalah kemacetan di kota ini.”

Medan, ga kenal lmpu lalu lintas, jd hati2 berkendara..

its frustrating at first, but u’l find out that when de traffic lights r working properly, traffic jams wil occur. it’l get worse if de police joins de traffic fixing.

fiuh, tiap kali bawa kereta (medanese nyebut sepeda motor dengan kata kereta) yg minjem dari temen, tergoda juga untuk menikmati ‘joy of riding in medan without traffic lights’. it was red, i stopped, behind de line, waiting. bbrp detik kmudian, klakson tak berhenti menyalak, spt anjing yg sangat mengganggu.

(apakah yang para guru dan orang tua ajarkan tentang lampu lalu lintas?)

Senin, 28 Desember 2009

garis tegas

saya sepertinya tidak pernah mampu melukiskan garis ini.
garis ketika agama dan budaya sedikit lagi mencapai titik benturan.
sebut saja saya sekuler. saya sepenuhnya yakin bahwa agama bukan lagi di kawasan manusia.
biarkan saja orang punya Tuhan atau tidak. dari buku Farid Essack, bahwa yang penting adalah hubungan antar manusia. sedangkan hubungan dengan Tuhan tidak usah dicampuri. asal ketika tetangga kita sakit, kita yang bantu. ada yang membutuhkan kita ulurkan tangan. ada yang kurang kita tambahkan. itu saja.
karena sekuler saya masih segitu aja, muncul diskusi dengan para pasukan ijo muda. apakah kita masih butuh agama?
dimana letak agama ketika HAM sudah menjadi dalil Tuhan atas setiap perdebatan?
kasus para wanita di salah satu negara bagian di Amerikaa yang menuntut diperbolehkannya wanita menunjukkan puting mereka karena menunjukkan puting para lelaki tidak pernah dilarang!!
kasus pornoaksi masalah ketelanjangan tubuh yang dinyatakan sebagai HAM karena kita lahirpun dalam keadaan yang sama??!!
sekulerisme saya hilang. karena saya hanya mengerti bahwa agama hanya untuk tiap pribadi. antara Tuhan dengan penyembahNya..
agama tidak akan membawa apaapa kalau kita membawanya sebagai alasan. jadikanlah dia sebab.

Senin, 07 Desember 2009

tembange dandanggula mbakyu..

janji eling atiku rujit..
ora ana barang kinarya lejar..
mung kelingan lungguh jejer..
ukel lira sekar tanjung..
tunduke regula siji..
pantes yen tapih pinjung..
yen lumampah lenjanglenjang..
angger weruh atiku gunjing..
kepethuk ning ngayogja..
iki awak lagi begja..
ketemu ora sengaja..
lungguh jejer tunggal sak meja..

(lirik oleh eyang Kakung tercinta buat calon cucu mantunya)

Rabu, 02 September 2009

bertahan

hanya karena janjiku pada hidup untuk menjadi hakNya lah nafas ini, aku masih mencoba menatap terang jalan ini. meski Ia mewarnai kulitku tak secerah Ia membuat langit berwarna biru.